jangankan menjadi orang baik, mempunyai lingkungan yang baik ajah sulit. Karena tuhan menciptakan semua hal beragam. Kita lah yang dikasih energi daya dan upaya untuk mengkategorikan, mana yang baik untuk kita dan mana yang buruk untuk kita. Dalam prakteknya, tidak semua orang dapat memilah itu semua. Ada yang terbawa arus, sekedar menjadi alat untuk masuk dalam komunitas. Sehingga mereka ikut-ikutan ‘menjadi orang tidak baik’, sulit kan.
Semua adalah karena faktor lingkungan. Lingkungan turut berpengaruh pada pembentukan karakter seseorang. Atik Murwatiningrum pun bercelotek demikian, kita hidup dari lingkungan. Lingkungan lah yang membentuk kita. Maka wajar jika sebuah keluarga merelakan anaknya diadopsi keluarga ‘itu’ karena dinilai didikan keluarga itu ‘bagus’.
Orang yang sudah bisa menakar, apakah lingkungannya itu baik atau buruk, sebaiknya segera keluar. Agar tidak menjadi dosa terus-menerus ia hidup di dunia ini. Lagipula, dunia bukan akhir, akhirat lah akhir dari semuanya. Tuhan hanya kasih kita nafas sementara, untuk menjaga sikap kita dari perbuatan buruk, omongan buruk dan segala sesuatu terkait kata ‘buruk’.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar