November 06, 2011

perkembangan teknologi dan dampak dampak nya

Bukan hal asing lagi kini melihat anak-anak sudah menguasai teknologi terbaru. Mulai dari akses internet, handphone, laptop, Ipad dan lain-lain. Dengan kenyataan tersebut, apakah Anda cukup peka dengan perubahan pola aktivitas yang terjadi pada anak Anda? Lihat saja hal yang sederhana. Sebelumnya jika terpisah jarak, komunikasi dilakukan berbicara langsung (walaupun lewat telepon, artinya para pihak yang berkomunikasi tetap mendengar suara lawan bicaranya). Kini sering dilakukan melalui teknologi sms atau messenger. Pola permainan anak dengan menggunakan alat bantu yang variatif (misalnya masak-memasak, mobil-mobilan, dsb kini dapat dilakukan melalui komputer sehingga tidak perlu lagi alat bantu lain). Dan banyak lagi hal lain yang tentunya mengalami pergerseran kebiasaan. Itu pertanda baik atau buruk? Ibarat pisau, apapun itu tergantung konteks apa digunakan. Pisau jika untuk mengolah makanan, tentu manfaatnya bisa dinikmati. Namun di sisi lain pisau pun bisa membahayakan.

  1. Satu hal yang selalu diingat adalah, segala arus informasi dan teknologi yang terjadi memang tidak bisa dibendung dan atas hal ini pun tidaklah bijak menyalahkan siapapun. Justru peran orangtua-lah memberikan pemahaman dan batasan bagi anak.
  2. Pertimbangkan usia anak Anda, dan lihatlah kebutuhan mereka. Apakah ia benar memerlukannya? Contoh, sang buah hati merengek dibelikan Ipad karena melihat banyak temannya sudah memiliki. Kebijaksanaan dan ketegasan Anda-lah yang bisa menjelaskan apakah itu sudah layak dimilikinya.
  3. Lakukan diskusi dan perlakukan anak sebagai sosok yang dapat bertukar pikiran. Percayalah, sekecil apapun usianya, ia sebenarnya mampu diberikan pemahaman.
  4. Jika kemajuan teknologi tersebut sudah Anda miliki karena memang untuk kebutuhan Anda, dan sang anak ingin meminjamnya, juga bukan berarti Anda menolaknya mentah-mentah. Ini adalah kesempatan bagi Anda mengenalkannya dengan bimbingan Anda tentunya.
  5. Dalam beberapa teknologi (misalnya internet atau handphone), jika Anda khawatir bahwa anak Anda membukanya tanpa sepengetahuan Anda, cobalah menyertainya dengan password.
  6. Apapun yang Anda lakukan, tetaplah berpedoman adanya keterbukaan dan kejujuran. Misalnya, saat Anda membuat password karena Anda takut sang buah hati terlalu sering main game sehingga ia lupa tugasnya membuat PR. Katakanlah padanya bahwa memang Anda melakukan hal itu dengan sengaja agar ia dapat disiplin dengan waktu dan tetap dapat menyelesaikan PR dulu sebelum bermain.
  7. Batasi pemakaian. Kalaupun Anda memperbolehkannya, tentukan waktu-waktu tertentu kapan anak boleh menggunakan.
  8. Dampingi anak, sehingga Anda tahu apa yang menjadi ketertarikannya.
  9. Jadikan pemakaian teknologi sebagai bahan bermain sambil belajar, karena pada dasarnya banyak juuga manfaat yang didapatkan dengan penguasaan anak terhadap kemajuan teknologi yang ada.
  10. Tetaplah mengenalkan anak dengan berbagai macam sumber informasi dan permainan lain. Misalnya, walaupun internet sudah memuat segala hal, namun anak pun perlu diajarkan untuk mendapatkan wawasan dari media lain, misalnya buku, majalah, diskusi, permainan tradisional, bermain tanpa alat bantu, dsb.



bagaimanapun juga orang tua tetap memegang peranan penting dalam menjaga dan memantau perkembangan anak,dalam bidang teknologi,jika itu tidak berjalan dengan baik maka semua akan sia sia,dan anak akan menjadi korban yg paling mutlak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar