Januari 08, 2016

Perkenalkan Saya Pemuas Anda Bag I ( cerita putri )

BAG I PERKENALKAN SAYA PEMUAS ANDA




" Pagi semua ... " sapaku, saat masuk kedalam kantor EO.
" Pagi, bu ... " jawab mereka serempak. Muka-muka mereka mesum, aku sekarang seperti seorang gadis yng ada di sarang penyamun.
Awalnya, mereka seakan memperhatikanku dari atas sampai bawah. Emang begini tampilan aku hari ini :
Pasti buat, imajinasinya kalian para pria menggebukan ? habis, disini panas. Awalnya mau go green, peduli lingkungan gitu. Eh jadi harus gini, tetapi rekan-rekan aku ini sangat profesional kok.
" Minggu ini, kita ada dua event ... tolong presentasi-in ya "
" Sekarang ? " tanya abe, pegawai termuda umurnya 25 tahun. paling modis, tapi kontolnya ramping bgt. Mending pak candra, umurnya yng udah 60 tahunan ini masih bisa pake kontolnya yng lumayan besar. Tetapi yng paling besar tetap pak beni, segede tangan, perih banget main sama pak beni mana jago lagi :P
Aku hanya mengangguk. Mereka mulai presentasi dengan cukup baik. Walau tidak kadang sambil membenarkan posisi kontol mereka.
" Okay, kalo gitu sekalian deh yang kalian hari ini mau kerjain ? " kataku saat mereka selesai presentasi.
Mereka pun menceritakan apa yng mereka pikir bisa mereka kerjakan hari ini. Aku kadang menambah tugas mereka sebelum memberi deadline semua tugasnya. Walaupun aku masih muda tetapi aku merasa punya tanggung jawab memberi mereka gaji yng sesuai, walau beberapa kali pernah event proyek kami sepi, aku jadi harus menggoda beberapa om-om raja dari beberapa perusahaan besar untuk membayar mereka.
Mungkin itu yng membuat mereka menghargai aku. Walaupun sebenarnya mereka nafsu, tapi mereka tidak akan menyentuhku jika tidak aku ijin kan. HIHI
" pak abe, nanti jam 8 ikut aku ke sponsor ya ... "
" siap, bu ..."
--
Sekarang aku dan pak abe dijalan menuju perusahaan sponsor, pak aa hari ini, ijin pulang untuk minta di obati si bibi, mungkin karena masuk angin karena kemarin malam pak aa, ngentotin aku di dalem kolam. Kasian, ...
Dimobil aku merasa pak abe selalu mencoba menerawangi paha putihku ini saat lampu merah.
" kenapa pak abe ? "
" engga bu ... maaf " katanya gugup
" kita fokus ke target bulan ini ya pak .. "
" siap, bu ... "
Kini pandangannya mulai fokus ke jalan hingga kami tiba. Kami yng telah di tunggu ini pun lalu mulai presentasi kegitan kami. walaupun awalnya pasti mereka memandang remes kami tetapi ide kegitan yng kami tawarkan membuat mereka takjub. Tetapi umurku ini yng masih terlalu muda membuat mereka kurang yakin. Selalu.
Akhirnya, cara terakhir yng bisa aku lakukan adalah memanfaatkan tubuhku. Kami yng diajak berbincang di ruangan pak handi memanfaatkan kesempatan ini.
" pak, masa ngga bisa sih ? "
" ide ade bagus, tapi ini terlalu mepet "
" ade ? "
" iya ade kan ? "
" kita kan lagi ngebahas kerjaan, seharusnya bapak panggil saya "ibu" untuk menhormati saya kan ? "
pak hendi terlihat sedikit kaget.
" mereka saja menghargai saya, ... lagian mana ada ade yng toketnya sebesar saya ? " kataku sambil meremas kedua payudara ini.
"oh, ... bu " pa hendi terlihat gagap. Matanya melirik, pak abe.
" oh mereka sudah biasa liat ini ... "
sambungku sambil membuka kancing atas kemeja ini seperti di kantor.
"pak, jadi ngga bisa ... "
" hmmm, .... gimana ya bu ? "
aku buka kancing kedua hingga pasti pak handi dapat melihat belahan payudaraku.
" bisa ngga paa ? " kataku sambil mencoba meloloskan kancing ke tiga.
" bisa bu ... " jawabnya tegas.
" bisa apa ? " tanyaku untuk memastikan.
" bisa kita sponsorin ... "
" bener pak ? "
" iya, bu ... "
Aku pun kembali mengancingkan dua kancing kemejaku, yng dibalas helaan nafas pak handi. Mungkin kecewa. Tetapi aku bangkit dari kursi dan mencium pak handi. Gaya bebas, aku melumat bibirnya dan tidak kadang menghisap lidahnya. Hingga kami bertukar liur.
" makasih ya pak, tapi saya cuma bisa kasih itu ke bapak ... kalo badan saya punya pak mei ... " kataku sambil menyebutkan nama mei, direktur utama perusahaan ini. salah satu langganan ku loh :P
" iya, bu terima kasih "
Setelah berbicara dengan pak hendi tadi, akhirnya kami mendapat sponsor untuk acara minggu ini. Sebagai tanda terima kasih, aku masuk kedalam ruangan pak handi dan menciumnya sekali lagi.
--
" bu, terima kasih ya ... "
" buat ? "
" kerja keras ibu, untu EO ini ... "
" iya pak abe, aku gitu tadi karena mikirin adik pak abe yng harus di biaya-i, keluarga pak beni dan pak candra "
" iya ibu makasih, ... "
" kalian juga harus kerja keras ya .. "
" siap "
Perjalanan membuatku sekarang sudah ada di kantor. pak abe yng baru datang langsung di ajak ngobrol pak candra, sedikit terdengar olehku percakapan mereka.
" dapet ngga ? " tanya pak candra
" ibu putri tuh udah baik banget, kerja sampingan kita ini ... sampe bisa ngidupin kita. kalo guru aja mana cukup, jadi ... "
" bawel, dapet ngga ... " potong pak candra
Iseng aku dekati mereka.
" kalo aku ngga minta ya ngga dapet pak, ... " HIHI
" eh, ibu ... iya bu nanya saja. kalo dapet kan ... "
" pak candra juga dapet ... gitu kan ? "
" iya bu " HEHE
" sebelum pulang saya minta laporan kerja kalian semuaya, termasuk pak abe nanti bisa cerita progres kita "
" siap bu " jawab pak abe paling kencang
---
Sekarang jam 15.25 WIB.
Semuanya, melaporkan kegiatan yng tadi dilakukan dan tidak buruk malah cukup baik karena kedua event yng akan kami lakukan sepertinya sudah siap 110 %
" cukup sih tapi, persiapan kita, aku rasa masih kurang ... " kataku saat semuanya sudah menyelesaikan presentasi.
" kalian kurang semangat yaaa .. " kataku lagi, berjalan ketengah ruangan sambil menghela nafas
" gini deh aku bantu buat kalian semangat tapi ada syaratnya ... setelah ini kerja kalian harus lebih baik ... "
" siap, bu " jawab mereka bertiga.
" yes, ... " sambung pak candra pelan ...
" kenapa pak ? " kataku.
" engga, bu ... "
" kayanya pak candra paling ribut ya .. ? " sambungku lagi,
" maaf bu, ... "
" coba sini ... "
Sekarang pak candra berjalan dengan gaya yng di gagah-gagah-in. Geli, liatnya.
" gimana nih bu biar kita semangat lagi ... "
" aku oral ya ... "
" oral itu, ... apa ya bu ... "
" kayak gini, ... bawel "
Kesel sama gaya pak candra yng so polos :P aku jongkok di lantai, Muka ini, sekarang tepat di depan kontolnya. Awalnya tangan ini, coba mengurut dan memijatnya di luar dari celana. Tidak butuh waktu lama dari celana mulai terasa keras. HIHI.
Dari bawah sini aku liat pa candra mukanya masih keliatan nyebelin jadi aku gigit-gigit-in kontolnya dari luar.
" aw, ... bu ampun ... "
Kini, aku turunkan resletingnya. Setelah kontolnya keluar aku jilat perlahan, sampai ke ujung. Helmnya sudah basah, lidah ini kadang iseng menjilati lubangnya hingga kadang pak candra mendesah tidak karuan.
Jilatan, hisapan dan kocokan ini membuat kontol pak candra semakin tegang. Iseng saat sedang asik-asiknya aku hentikan kegiatanku.
" lebih rajin ya pak, ... "
" iya, bu ... terusin bu ..."
" janji rajin ... "
" jangan cabul aja ... "
Kembali ku masukkan kontol pak candra kedalam mulut. Hanya bisa setengah,
Tangan pak candra menahan kepalaku, lalu memompanya. Terdesak saat kontolnya masuk ke mulut ini. Aku tepis tanganya, aku jilat lubangnya, remas bola-bolanya sampai pak candra menjerit.
Setelah itu hanya kocokkan tangan di kontolnya, sedangkan lidahku menjulur menjilati lubangnya. Sebelah tanganku memainkan bola-bolanya. Saat akan keluar, kuremas keras kontolnya. Membuat pak candra menjerit.
" bu, ... "
Aku, kini menjilatnya kembali hingga akhirnya kontolnya mulai berdenyut :P langsung aku mengambil tisu dan menahan semprotan kontolnya.
" bu, makasih ... "
Cuci tangan, lalu kulihat pasien ke dua pak beni. Jelas terlihat, besar dan panjang. Ngilu, secara tidak sadar aku menggigit bibir bawahku dan kini berjalan menuju kearah kontol besar itu.
" bukain pak, takut nih ... "
" iya, bu ... " kata pa beni pelan.
" serem pa, ... " kataku dengan nada yng terdengar berbisik. Yng ternyata membuat kontolnya semakin besar. Goyang-goyang kontolnya saat aku berbisik.
Untuk masalah imajinasi, pak beni adalah juara kedua setelah aku dong. Ini adalah kelemahannya, imajinasinya yng berlebihan, aku mengocoknya terasa berat dan lidah ini kadang menjilati nya.
" uh ... pak gede banget ... takut .. "
" penuh kalo masuk ... pak .. "
" masuk apa bu, .. ? "
" ini, pak lubang yng dibawah ... "
" apa bu ... "
" memek, pa ... " kataku sambil terus mengocoknya
" oh ... nakal "
" nakal gimana pa .. "
" bukan sekolah malah mainin titit ... "
" ini bukan titit pa, ... kontol "
" oh, ... nakal " sammbil tangan pak beni mulai mengusapi rambutku
" oh sayang terus ... " sambung pa beni
" aku juga sayang bapa ... "
" kerja yang bener ya ... lebih rajin ... "
" iya ,..."
" aku seumuran anak bapa kan, pa ben ? "
" iya tapi nakal banget ... "
" harusnya aku pake seragam ya pa ... "
" oh, .. iya ... "
" yng ketat ? "
" hmmm, iyaa nakal "
" terus gimana ? "
" terus, ... nungging ... "
" entot ya ... seragam aku tar kusut ... "
" ngga apa-apa sexy, ... nakal "
" penuh nih pa ... oh, aku hamil entar ... "
Dan, keluarlah semua cairan imajinasinya beberapa ke lantai, sisanya ke meja dan kursi. Terakhir pak abe, mungkin karena sedari tadi disuguhi mepandangan yng wah kini iya yng berlari kearahku dengan kontol yng sudah keluar dari celananya.
" bu, makasih ... "
" iya, ... "
Aku kecup kontolnya, ternyata langsung keluar mani-nya. Oh, mungkin sedari tadi sudah tak tahan. HIH
Asiacuten.blogspot.com
Sumber: semprot.com
Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

Tidak ada komentar:

Posting Komentar